HomeG-HELP & MKFFPublikasiReferensiAgendaKegiatanKoleksi BukuHubungi KamiSite

Tahukah Anda?

Diare merupakan penyakit pembunuh kedua pada anak usia balita di Indonesia. (www.esp.or.id)

Foto Studi Halimun

Hello, you either have JavaScript turned off or an old version of Macromedia's Flash Player. Get the latest flash player.

Foto Kegiatan MKFF

Kalender Kegiatan

« < September 2010 > »
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday65
mod_vvisit_counterYesterday79
mod_vvisit_counterThis week144
mod_vvisit_counterThis month555
mod_vvisit_counterAll93647

Pendapat Anda

Who's Online

We have 9 guests online

Home
Pelatihan dan Lokakarya Analisis dan Komunikasi PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Wednesday, 23 July 2008

Pelatihan dan Lokakarya Analisis dan Komunikasi: Perspektif Gender Masalah Kesehatan dan Lingkungan Kerjasama Mitra Kerja Ford Foundation Tahun 2008

 

Kesehatan dan lingkungan hidup sehat merupakan kebutuhan dasar manusia, tetapi bagi sebagian besar masyarakat di negara berkembang, termasuk Indonesia, kebutuhan ini masih jauh dari terpenuhi. Kemiskinan di satu pihak dan pembangunan yang mengabaikan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan di pihak yang lain saling terkait, keduanya mengganggu kesehatan dan menurunkan kualitas lingkungan hidup. Masalah kemiskinan dan masalah keterpurukan lingkungan hidup sering merefleksikan masalah ketidakadilan sosial dan lingkungan.  Kemiskinan dan kerusakan lingkungan hidup merugikan kehidupan masyarakat, terutama kaum perempuan, anak-anak, mereka yang terpinggir, dan yang hidupnya tergantung kepada sumber daya alam.

Pranata sosial di banyak masyarakat membuat perempuan dibanding laki-laki lebih merugi dalam akses dan kontrol sumber daya, sehingga perempuan perlu bekerja lebih keras dan lebih banyak waktu dan lebih berisiko terhadap gangguan kesehatan dan ancaman lingkungan dibanding laki-laki. Perbedaan peran sosial termasuk perbedaan konsekuensi kehidupan antara laki-laki dan perempuan ini dikenal sebagai ketimpangan gender. Ketimpangan ini menghambat upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat, utamanya perempuan, bayi lahir dan anak-anak, padahal mereka merupakan pilar kemajuan bangsa.

Saling keterkaitan antara gender, kesehatan dan lingkungan ini semakin memperkuat bukti bahwa keberhasilan pembangunan tergantung kepada keberhasilan mengatasi ketimpangan gender. Pemecahan masalah kesehatan perlu memperhatikan masalah gender dan masalah lingkungan; dan sebaliknya pemecahan masalah lingkungan perlu mempertimbangkan masalah gender dan masalah kesehatan. Aspek gender perlu dimasukkan dalam siklus manajemen program, dari perencanaan sampai pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan.

Sebagai agen perubahan di masyarakat, mitra-kerja Ford Foundation bidang pemberdayaan perempuan dan kesehatan reproduksi dan bidang pembangunan dan lingkungan perlu memahami dan mampu menterjemahkan keterkaitan aspek gender, kesehatan dan lingkungan dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program mereka.

Menjawab masalah di atas, Population Council (tahun 2003-2005) dan kemudian Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (tahun 2006-2008) bekerja-sama dengan Mitra Kerja Ford Foundation (MKFF) bidang pemberdayaan perempuan dan kesehatan reproduksi dan bidang pembangunan dan lingkungan telah mengembangkan suatu program bersama dengan tujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam:

  • Memahami saling keterkaitan antara masalah gender, masalah kesehatan dan masalah lingkungan;
  • Menerapkan keterkaitan berbagai aspek tersebut dalam program-program rutin mereka;
  • Menggunakan data sensitif gender dalam mengukur keberhasilan program-program mereka.

Program yang mengaitkan masalah gender, masalah kesehatan dan masalah lingkungan ini dinamai G-help, yang merupakan akronim Gender Health Environment Linkage Program.  Melalui program ini diharapkan terbentuk suatu forum, jaringan dan kegiatan pembelajaran, tukar pengalaman dan saling mengisi di antara para mitra kerja Ford Foundation dalam menangani lebih komprehensif masalah kesehatan dan masalah lingkungan.

Salah satu kegiatan dari program G-help diatas adalah pelatihan dan lokakarya analisis dan komunikasi gender dalam bidang kesehatan dan lingkungan. Pelatihan dan lokakarya ini dirancang dengan tujuan bagi peserta mampu

  • Memahami keterkaitan gender, kesehatan dan lingkungan;
  • Mengenali masalah gender dan keterkaitannya dengan masalah kesehatan dan lingkungan;
  • Merancang program pemecahan masalah kesehatan dan lingkungan yang sensitif gender;
  • Merancang monitoring dan evaluasi program kesehatan dan lingkungan yang sensitif gender;
  • Memahami prinsip komunikasi tulisan dan lisan masalah dan program kesehatan dan lingkungan;
  • Menunjukkan bentuk-bentuk komunikasi efektif masalah dan program kesehatan dan lingkungan.

 

Metode

Lokakarya, diskusi, latihan, presentasi, dan permainan. Silabus pelatihan dan lokakarya dapat dilihat dalam lampiran.

 

Topik

  • Konsep keterkaitan gender, kesehatan, dan lingkungan
  • Analisis gender
  • Monitoring dan evaluasi program/proyek
  • Menulis komunikatif
  • Menyiapkan presentasi
  • Latihan: analisis gender, rancangan program, rancangan monitoring dan evaluasi, menulis laporan, menyiapkan presentasi

 

Peserta dan jumlah peserta

Peserta adalah Mitra Kerja Ford Foundation (MKFF) yang tergabung dalam G-help. Jumlah peserta maksimal untuk setiap kali pelaksanaan lokakarya adalah 20 orang.

 

Fasilitator

Prof. Budi Utomo; Purwa Kurnia Sucahya, MA; Sumengen, PhD; Luluk Ishardini, MPH; Dwiastuti Yunita, SKM; Muhammad Arafat.


Waktu dan jadwal

Pelatihan dan lokakarya direncanakan 3 hari dengan jadwal sebagai berikut:

Hari

Waktu

Materi

Hari 1

 

08.30 - 09.00

09.00 – 11.00

11.00 – 12.00

12.00 – 13.00

13.00 – 14.00

14.00 – 16.00

 

Perkenalan dan pembukaan

Konsep keterkaitan gender, kesehatan, dan lingkungan

Diskusi dan latihan: konsep gender-kesehatan-lingkungan

Istirahat

Analisis gender

Diskusi dan latihan: analisis gender

Hari 2

 

09.00 – 11.00

11.00 – 12.00

12.00 – 13.00

13.00 – 14.00

14.00 – 16.00

 

Siklus manajemen program

Diskusi dan latihan: rancangan program

Istirahat

Monitoring dan evaluasi program/proyek

Diskusi dan latihan: monitoring dan evaluasi

Hari 3

 

09.00 – 11.00

11.00 – 12.00

12.00 – 13.00

13.00 – 14.00

14.00 – 16.00

16.00 – 16.30

 

Menulis komunikatif

Diskusi dan latihan: menulis komunikatif

Istirahat

Menyiapkan presentasi

Diskusi dan latihan: menyiapkan presentasi

Penutupan

Tempat

Lokasi terdekat yang disepakati oleh MKFF peserta.

 

Pembiayaan

Peserta tidak dipungut biaya. Peserta mendapat paket materi pelatihan-lokakarya secara gratis. Makan siang dan snack menjadi tanggung jawab G-help.

 

Kami tunggu konfirmasi dan kehadiran Bapak/Ibu dalam Pelatihan dan Lokakarya tersebut. Konfirmasi dan Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdri. Ita, Luluk, Purwa (Tim G-HELP)

Puslitkes UI melalui 021-7270154/53 atau This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , atau website: www.web.g-help.or.id

Untuk mendapatkan TOR lengkap, silahkan klik disini untuk mendownload

 

Last Updated ( Wednesday, 23 July 2008 )
 
© 2010 Welcome to G-HELP [Gender, Health and Environmental Linkages Program] 'site
Gender Health Environmental Linkages Program Themes Modifier : Arafat Patria.