|
Paparan logam berat dalam kuantitas dan jangka waktu tertentu dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan reproduksi perempuan. Merkuri (Hg) merupakan unsur logam berat yang sifat racunnya paling tinggi setelah cadmium (Cd), timbal (Pb) dan arsenik (As). Keempat unsur logam berat ini termasuk bahan beracun berbahaya (B3). Merkuri dapat diperoleh melalui alam yaitu dari gas gunung berapi dan penguapan air laut. Aktivitas pertambangan seperti tambang emas juga menghasilkan limbah merkuri. Pencemaran merkuri akibat pembuangan limbah pertambangan berdampak pada kesehatan manusia. Tentu kita masih ingat, kasus Buyat di Minahasa, Sulawesi Utara. Pembuangan limbah (tailing) yang dilakukan PT Newmont Minahasa Raya di dasar laut di teluk Buyat membuat ikan dan air tercemar merkuri. Akibatnya penghasilan nelayan menurun drastis karena jumlah ikan hasil tangkapan semakin sedikit.
Adanya pencemaran merkuri di teluk Buyat dibuktikan dengan hasil penelitian PSL-Universitas Sam Ratulangi. Perairan Buyat telah tercemar logam berat yang termasuk golongan limbah (B3), di antaranya merkuri (Hg) dan arsen (As). Kandungan merkurinya di sekitar pipa pembuangan sebesar 34 ppb sedangkan ambang batas yang diizinkan 2 ppb. Di limbah tailing yang berbentuk lumpur juga ditemukan kandungan arsen yang telah melebihi ambang batas yang telah diizinkan, yaitu lebih dari 0,01 ppm. Ikan merupakan sumber penghasilan utama di Teluk Buyat. Sejak PT Newmont membuang limbahnya di dasar laut, jumlah ikan tangkapan berkurang. Hingga tahun 2004 diperkirakan Newmont telah membuang sekitar 5,8 juta ton tailing ke Teluk Buyat. Pembuangan tailing tidak hanya berdampak pada kerusakan biota laut dan menurunnya pendapatan, tetapi juga menurunnya kualitas kesehatan masyarakat setempat. Masalah kesehatan yang dikeluhkan di antaranya gatal-gatal, mual, pusing, sakit kepala akut, tumor, lumpuh, hingga gangguan reproduksi. Bahkan beberapa dari mereka meninggal setelah sakit berkepanjangan. Berdasarkan laporan dari Komnas Perempuan, gangguan kesehatan reproduksi yang dialami di antaranya adakah siklus menstruasi tidak teratur, dan munculnya benjolan-benjolan di sekitar payudara, ketiak dan leher. Seorang ibu bernama Puyang meninggal dunia setelah benjolan di payudaranya pecah. Sejumlah penelitian ilmiah mengemukakan bahwa selain timbal (Pb), merkuri juga merupakan logam berat yang dapat mengancam kesehatan reproduksi. Jika timbal dapat menyebabkan keguguran dan kematian janin, maka ekpos merkuri pada janin dapat menyebabkan bayi lahir lahir cacat, buta dan kelainan otak menetap (cerebral palsy). Oleh karena itu, wanita hamil tidak disarakan untuk mengonsumsi ikan untuk menghindari paparan terhadap merkuri. Paparan inorganik merkuri pada pria akan menyebabkan impotensi dan gangguan libido, sedangkan pada perempuan tidak hamil akan menyebabkan gangguan menstruasi. Aktivitas pertambangan menghasilkan limbah berupa logam-logam berat yang dapat mengancam kelestarian lingkungan dan juga kesehatan manusia. Dengang demkian, sebaiknya pengelolaan limbah pertambangan mengikuti metode pengelolaan limbah B3 yang sesuai AMDAL. Sumber: http://www.jatam.org/content/view/64/21/ http://www.jatam.org/content/view/64/22/ http://journal.unair.ac.id/filerPDF/KESLING-2-2-03.pdf |